Kultum: Indahnya Bulan Ramadhan

“Senyum indah Ramadhan sudah mulai Nampak, melambaikan tangan ingin segera menyapa hati. Tiada kata yang dapat mewakili rasa bahagia saat Ramadhan tiba, kecuali ucapan hamdalah.

Sahabat yang dirahmati, terima kasih kita kepada Allah swt yang telah memberikan usia, hingga kita bertemu dengan Ramadhan bulan dimana dibukanya pintu-pintu syurga, dan ditutupnya pintu-pintu neraka. Sebagaimana sebuah hadis menyatakan,

“Jika masuk bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu.” (H.R Bukhari)

Dibuka pintu-pintu syurga, maksudnya adalah ibadah pada bulan Ramadhan nilainya berlipat ganda bila dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Kalau kita mengisinya secara optimal, akan terbuka lebar pintu-pintu syurga, otomatis pintu neraka pun tertutup karena peluang maksiat berkurang.

Dengan demikian setan pun terbelenggu karena banyak umat yang meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadahnya dan pada akhirnya dosa-dosa berguguran dan insya Allah kita akan mendapatkan rahmat dan ampunanNya.

Ibadah puasa dilakukan satu bulan sekali dalam satu tahun dan dalam melakukan ibadah puasa terdapat tatacaranya sendiri sesuai dengan contoh yang diberikan oleh Rasulullah saw, agar puasa kita tidak sia-sia.

Namun sering kita menjumpai di sepanjang bulan Ramadhan perdebatan antara hal-hal yang menjadi pembatal puasa dan yang bukan menjadi pembatal puasa. Ok, mari kita bahas satu persatu apa saja yang menjadi pembatal puasa dan yang bukan pembatal puasa.

Ada diantara sahabat yang berpendapat bahwa beberapa aktivitas dapat membatalkan puasa, padahal kalau kita merujuk pada keterangan-keterangan yang sahih dari nabi saw, ternyata hal tersebut tidak membatalkan puasa. Apa sajakah itu?

1. Gosok Gigi
Islam memerintahkan kita menjaga kebersihan, salah satunya dengan menjaga kebersihan gigi. Karena itu, menggosok gigi tetap dianjurkan walaupun sedang puasa. Rasulullah saw selalu menggosok giginya walaupun sedang puasa. Amir bin Rabi’ah r.a mengatakan,
“Aku melihat Rasulullah saw menggosok gigi padahal beliau sedang puasa.” (H.R Ahmad dan Bukhari).

2. Muntah dan mimpi basah
Orang yang muntah dan mimpi basah, puasanya tidak batal karena itu diluar kemampuan dirinya.
“Tidak batal orang yang muntah, yang mimpi hubungan seks, dan berbekam (diambil darah).” (H.R Abu Daud).
Allah swt tidak membebani di luar kemampuan hambaNya sebagaimana FirmanNya.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): “Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir.” (Q.S Al Baqarah[2]: 286)

3. Mencium Istri
Istri Rasulullah saw Ummu Salamah r.a. mengatakan,
“Nabi saw menciumku padahal beliau sedang puasa.” (H.R. Tirmidzi)
Bahkan dalam hadis lain disebutkan,
Diriwayatkan dari Aisyah r.a., “Nabi saw memeluk dan mencium (istrinya) ketika sedang berpuasa, dan Nabi saw lebih mampu menahan diri dari siapapun di antara kalian.” (H.R. Bukhari).

4.Diambil dara (donor darah)
Diambil darah saat puasa untuk keperluan laboratorium atau sebagai donor darah, tidak membatalkan puasa kecuali jika dengan donor darah tubuh menjadi lemah (drop), dibolehkan untuk berbuka. Rasulullah saw pernah berbekam (diambil darahnya) saat puasa. Ibnu Abbas r.a menyatakan, “Nabi saw berbekam (diambil darah) ketika beliau puasa.” (H.R Bukhari)

5. Mandi di siang hari
Kalau cuaca sangat panas kemudian kita ingin meredakannya dengan menuangkan air ke seluruh tubuh (mandi/renang), tidak membatalkan puasa, sebagaimana dijelaskan seorang sahabat Rasulullah saw,
“Aku melihat Rasulullah saw menuangkan air di kepalanya ketika puasa karena cuaca panas.” (H.R Ahmad).

6. Kumur-kumur
Umar r.a. berkata, suatu hari aku merasa gembira kemudian aku mencium (istriku) padahal aku sedang puasa, lalu aku mendatangi nabi saw kataku, “Hari ini saya melakukan kesalahan besar, saya mencium istri padahal sedang puasa. “Rasulullah saw bersabda, “Apa pendapatmu jika engkau berkumur-kumur dengan air, padahal engkau puasa?”Aku menjawab, “Tidak apa-apa” nabi bersabda, “Lalu mengapa?” (H.R Ahmad dan Abu Daud).

Lalu apa yang dapat membatalkan puasa?

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, Yaitu fajar. kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf[115] dalam mesjid. Itulah larangan Allah, Maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa. (Q.S Al Baqarah[2]: 187).

[115] I’tikaf ialah berada dalam mesjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah.

Yang dimaksud nyata garis putih dari garis hitam berupa fajar adalah waktu shubuh. Artinya, pada malam hari kita diperbolehkan makan, minum, berhubungan intim,dll. Namun saat subuh tiba, semuanya harus dihentikan hingga dating waktu maghrib. Artinya apabila makan, minum dan hubungan seks dilakukan siang hari, puasanya batal.

Merujuk keterangan diatas, bisa disimpulkan bahwa yang membatalkan puasa adalah makan, minum, hubungan intim (seks), dan haid atau nifas.

Perlu diingat, bergosip, marah-marah tanpa jelas juntrungannya, atau berdua-duaan di pojok kantin sekolah atau tempat kerja dalam hadis di atas memang tidak masuk dalam kategori perbuatan yang membatalkan puasa.

Tapi ingat, melakukan perbuatan-perbuatan itu dapat mengurangi nilai puasa yang kita lakukan. Harusnya puasa kita mendapatkan pahala 100% tapi karena sering bergosip, nilai pahalanya Cuma 70%, 50%, 10% atau bahkan bisa jadi minus.

Itupun jika puasa kita ditrima dan bernilai..mengingat itu hanya Alloh SWT yang tahu…jadi jangan berani-berani berandai-andai,,apalagi berkeyakinan “dapat 50% juga gpp!”..jangan-jangan iman jadi terpuruk dan nilai 0 puasa dan dosa yang didapatkan..

So, Ramadhan didepan menanti, mari kita siapkan tempat yang terindah baginya dengan amal-amal kita dan hati yang bersih untuk menggapai keagungannya. Wallahu a’lam bishawab.
Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s