kultum : tips menjadi seorang kakak yang baik

Ternyata status kita sebagai kakak sering kali bikin pusing. Maklum, buat kita, menjadi kakak berarti ada banyak beban yang dilimpahkan ke pundak kita. Alhasil, kita jadi malas banget berperan jadi kakak dan seringnya ini bikin kita dan adik kita jadi nggak akur. Padahal, sebenarnya jadi kakak yang baik gampang, lho. Mau tahu caranya?

  • Bukan Beban
Kita memang masih muda. Jadi, nggak heran kalau kita masih mau dimanjain dan diperhatiin. Tapi sayangnya, sebagai kakak, kita seringnya diserahkan banyak tanggung jawab untuk menjaga adik-adik kita. Nah, salah satu kunci utama jadi kakak yang baik adalah nggak menganggap status kita sebagai “kakak” ini sebagai beban.

Kita justru mesti melihatnya sebagai kesempatan buat menunjukkan sama Mama Papa bahwa kita sudah sedikit dewasa dan bisa dipercaya. Dengan begitu, kita pasti senang menjalani tugas negara sebagai kakak.

  • Teman Bukan Bos
Salah satu hal yang bikin kita bisa disebelin sama adik dan gagal jadi kakak yang baik adalah kalau kita bersikap seperti bos. Mulai dari selalu minta dilayani, dihormati, sampai sikap kita yang serba mengatur dan memerintah. Anggap adik seperti teman kita supaya nggak ada jarak antara kita dan adik, agar ia merasa nyaman.

Kalau si adik sudah merasa nyaman sama kita, peran kita sebagai kakak bakal jauh lebih mudah. Dia pasti bakal dengan mudahnya curhat ke kita setiap kali ada masalah. Sehingga lebih gampang kan, menjaga adik kita? Kita juga bisa minta bantuannya kalau diperlukan.  

  • Jadi Panutan
Pastinya sebagai kakak, kita mau adik mengagumi dan mengidolakan kita. Tapi, seringnya karena kita berusaha terlalu keras buat membuatnya terkesan, kita justru menciptakan persaingan antara kita dan adik. Cara paling gampang untuk jadi kakak yang baik adalah tetap menjadi diri sendiri. Nggak perlu berusaha keras buat tampil sempurna atau menampilkan kelebihan kita. Pada akhirnya si adik pasti bisa melihat kok, kalau kita layak jadi panutan!

Dan sebagai kakak, ‘kewajiban’ kita sepertinya bertambah, nih. Nggak hanya menjaga dan menjadi contoh yang baik buat adik, tapi juga mengajarinya saat dia mengalami kesulitan dalam memahami suatu pelajaran. Naahh, ini nih yang terberat. Karena kita harus pintar mengatur emosi supaya nggak cepat bete, apalagi kalau adik kita termasuk ‘lambat’ mencerna pelajaran.

 Jangan emosi, ngajarin adik itu selain melatih kita menjadi dewasa juga membuat pintar, lho. Karena mau nggak mau kita ikutan mengingat kembali pelajaran yang sudah pernah kita pelajari sebelumnya. Simak tip berikut:

  • Harus diingat, bahwa kemampuan belajar tiap orang itu nggak sama. Bisa jadi, di satu pelajaran kita lebih cepat menangkap disbanding adik, tapi di pelajaran lain adik lebih jago dari kita. Jadi…jangan keburu ngomel kalau adik nggak cepat mengerti.
  • Kalau adik masih nggak ngerti-ngerti juga, hmm… mungkin metode belajarnya perlu disesuaikan, tuh. Misalnya, kita adalah tipe yang harus tenang kalau belajar, sementara adik merasa bisa cepat menghafal kalau diucapkan keras-keras. Ya, ikuti saja cara si adik. Lumayan kan, jadi ada sedikit variasi dalam gaya belajar kita.
  • Apa? Masih belum ngerti juga? Grrr!!! Tenang… Se-emosi apa pun kita, usahakan supaya jangan sampai mengeluarkan kata hinaan seperti, “Goblok banget sih, lo!” ke adik. Bisa bikin berantem! Celaan nggak akan membuatnya jadi lebih mengerti pelajaran itu, yang ada dia malah jadi malas bertanya sama kita lagi.
  • Believe it or not, biasanya orang yang paling jarang kita beri pujian adalah keluarga sendiri. Nah, kalau adik akhirnya bisa melakukan tugasnya dengan baik, jangan pelit-pelit memuji, dong. Selain bikin hatinya senang, pujian ini juga akan menjadi “cambuk” baginya untuk terus berhasil.
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s